Janda berinisial MM yang berumur 40 tahun ini merupakan wanita asal Jaksel.
Ia mempunyai dua anak dan keduanya saat ini berada di Jakarta.
MM rela terbang dari Jakarta ke Jambi hanya untuk menemui IR yang dikenalnya lewat media sosial facebook.
Sebagai informasi IR merupakan seorang remaja yang baru berusia 17 tahun.
Baca: Sudah Menginap di Hotel Dua Hari, Wanita Ini Kaget saat Temukan Bercak Noda Aneh di Dalam Selimut
Dikutip Tribunnewswiki dari Tribun Jambi, remaja brondong dan janda ini mencari tempat sepi dan memutuskan menginap di salah satu hotel di Jambi.
Diketahui dua orang ini tak keluar kamar hotel selama empat hari.
Melihat kejadian aneh tersebut, bahkan karyawan hotel sampai dibuat keheranan.
Baca: Wanita Menginap 14 Hari di Hotel Tanpa Membayar, Polisi Temukan Barang Mengejutkan saat Digeledah
Mereka berdua akhirnya digerebek oleh polisi yang menggelar Operasi Pekat (penyakit masyarakat).
Ketika ditangkap dalam razia tersebut, berondong ini mengaku bahwa MM adalah ibunya.
Tak gampang percaya dengan jawaban pelaku, akhirnya petugas kembali menginterogasi pelaku.
Polisi mengatakan IR tampak gugup saat dinterogasi.
IR akhirnya mengaku, MM bukan ibunya.
Baca: Video Viral Istri Sah Pergoki Suami Selingkuh di Kamar, Ngamuk dan Pukul Kepala Pelakor Pakai Toples
"Awalnya dia bilang wanita itu ibunya. Tapi ketika didesak kebenarannya, dia akhirnya mengakui bahwa wanita itu bukan ibunya," tutur seorang anggota.
Hotel yang digunakan untuk menginap IR dan MM juga ditelusuri petugas.
Dari hasil penelusuran tersebut, diketahui hotel telah dibooking selama empat hari oleh janda dan berondongnya itu.
Namun, nasib apes dialami keduanya karena terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) Polsek Pasar malam itu.
Baca: VIRAL Sosok Oknum Polisi Berpangkat Kombes Diduga Aniaya Anak dan Istri karena Ketahuan Selingkuh
Operasi Pekat ini dilaksanakan guna mencegah adanya penyakit masyarakat.
Awal mulanya keduanya tertangkap adalah ketika Tim Polsek Pasar mengetuk kamar mereka beberapa kali.
Ketukan petugas tersebut tak kunjung dibukakan pintu.
Namun kemudian pintu kamar tersebut berhasil dibuka dan menemukan remaja 17 tahun tersebut tak mengenakan baju.
IR hanya menggunakan celana pendek dan terlihat gagap ketika ditanyai oleh polisi.
AKP Sandi Mutaqin mengungkapkan, janda dan berondong ini sudah ditahan di Mapolsek Pasar.
"Kita amankan terlebih dahulu untuk dimintai keterangan, karena keduanya diduga melakukan tindakan portitusi," ungkap Sandi.
Masih di Jambi, seorang janda empat anak berinisial S (37) dan berondong E (27) duda anak satu digerebek sedang mesum di sebuah rumah kos di kawasan Simpang III Sipin, Kota Baru, Jambi.
Kedua pasangan yang bukan suami istri tersebut masih mengenakan pakaian setengah terbuka saat digerebek petugas.
Kepada petugas, keduanya mengaku sepasang kekasih yang akan menikah dalam waktu dekat.
"Ini pacar saya, Pak. Rencananya mau nikah," kata E.
Sementara itu, janda bernisial S mengaku baru beberapa hari di Jambi.
Ia mengaku diajak E, dari kampung halamannya Semarang, Jawa Tengah.
Kepada petugas, keduanya mengaku telah berstatus duda dan janda, datang ke Jambi untuk mencari pekerjaan.
"Kalau saya duda anak satu, mas. Kalau dia janda anak empat. Ke sini rencananya mau kerja," ujar E.
Keterangan dari pasangan tersebut tidak sepenuhnya dipercayai petugas.
Kanit Reskrim Polsek Kota Baru, Ipda Rizki M Ramadhan, yang memimpin operasi penyakit masyarakat menggali informasi lebih dalam.
Keduanya diperiksa dan dibawa ke Mapolsek Kota Baru.
Dari ponsel milik S, Ipda Rizki menemukan ada aplikasi Mi Chat milik S.
Setelah isi chat itu dibaca, ada temuan fakta mengejutkan.
"Jadi ngakunya sudah pacaran, dibawa dari Semarang. Setelah kita cek, ternyata dia ini cewek Mi Chat, dan memang melayani tamu laki-lakinya," kata Rizki, Minggu (14/6/2020) dini hari.
Sementara E, mengaku tidak mengetahui profesi wanita yang diakuinya sebagai calon istrinya tersebut.
Guna pemeriksaan lebih lanjut, pasangan yang bukan suami istri itu dibawa ke Mapolsek Kota Baru.
"Ini merupakan tindak lanjut kita terhadap keluhan masyarakat, keduanya kita bawa ke kantor untul proses lebih lanjut," kata Rizki.
Sementara itu, Dinda, nama samaran pekerja seks komersial (PSK), hanya tertunduk malu saat digerebek aparat.
Dara cantik berusia 19 tahun itu terjaring razia prostitusi di apartemen kawasan Neglasari, Kota Tangerang pada Kamis (20/8/2020) dini hari.
Ia tidak menyangka Dafa yang mejadi tamunya adalah salah satu pejabat Satpol PP yang tengah menyamar.
Dafa merupakan Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli yang melakukan penyamaran sebagai lelaki hidung belang.
Dinda yang tubuhnya dirajam tatto itu pun pasrah ketika tertangkap basah.
Dirinya pun memasang raut wajah murung begitu digiring ke Kantor Satpol PP Kota Tangerang.
Perempuan berparas cantik ini mengaku tinggal di bilangan Jakarta Barat.
Baca: Pejabat Korut Bayar Mahasiswa Rp 7,4 Juta Per Bulan untuk Jadi PSK, Kim Jong Un: Eksekusi!
Baca: Dua PSK Online di Surabaya Ditangkap: Selain Ingin Pesta Seks, Juga Pesta Sabu dengan Pelanggan
Di Kota Tangerang awalnya dirinya hanya sebatas administrator yang melakukan transaksi via aplikasi media sosial dan meneruskan pesanan kepada para penyedia layanan lendir.
Namun karena tergiur dengan rupiah yang dihasilkan pada akhirnya Dinda turut terjun langsung menerima tamu dalam bisnis birahi tersebut.
"Sesepi - sepinya satu hari bisa nyelengin (menyisihkan) satu Rp 1 juta. Paling banyak Rp. 2,5 juta," ujar Dinda yang mengaku sudah dua bulan terakhir terjun sebagai pemuas birahi pria hidung belang.
Dara manis ini pun blak - blakan mengenai tarif yang dipasang. Dinda berani banderol harga tinggi mengingat dirinya masih muda dan segar.
"Tarif Rp. 1,5 juta setiap kali kencan singkat biasanya pakai aplikasi MiChat," ucapnya.
"Sekali main paling lama juga 15 menit. Kalau lagi ramai bisa 5 sampe 8 tamu seharinya. Biasanya ramai di hari Jumat, Sabtu sama Minggu. Kalau hari hari biasa paling banyak 4 tamu," sambung Dinda.
Ia mengaku untuk mengurangi rasa sakit dalam melayani setiap tamunya, dirinya tidak jarang mengomsumsi minuman keras. Minuman keras ini didapatkan dari beberapa toko kedai kopi di Jakarta Barat.
"Biar pakai pelumas sakit mah tetep. Kan kita begituan sama bukan orang yang kita sayang apalagi kebanyakan tamu saya seumuran almarhum papa," kata wanita yang kerap mengenakan pakaian seksi ini.
Kendati demikian Dinda tidak menampik pernah menikmati berhubungan intim dengan tamu yang disukainya. Sebab pelanggannya itu berparas rupawan dan sopan.
Baca: 4 Fakta Penggerebekan PSK di Padang, Libatkan Anggota DPR hingga Pinjam Kamar Hotel Ajudannya
"Tapi jarang banget orang ganteng sopan baik. Biasanya mah gitu ya mau gimana lagi namanya juga tamu punya uang ya mau enggak mau kita wajib layani," ungkap Dinda.
Perempuan berumur 19 tahun itu berdalih uang yang didapat dari hasil menjajakan diri digunakan untuk keperluan pengobatan orang tuanya.
Ibunya saat ini tengah menderita penyakit gula darah yang membutuhkan perawatan dengan biaya yang cukup tinggi.
"Buat beli obat mama kena gula. Makanya saya berani terjun ke kayak gini abis dulu waktu kerja di toko jangan buat beli obat buat ongkos sama makan aja sudah kurang," tuturnya bernada manja.
Selain dibelikan obat untuk orang tua, masih menurut dara manis berdarah Medan tersebut hasil yang didapat juga digunakan untuk perawatan wajah dan kulit di klinik kecantikan.
"Kita kerja beginian ya harus tampil cantik. Mau enggak mau saya tiap Minggu ke klinik kecantikan minimal biar tambah menarik," bebernya.
Ia mengaku biaya yang digunakan untuk perawatan pada klinik kecantikan tidak lah murah.
Pasalnya dalam setiap mengunjungi klinik kecantikan dirinya harus merogoh kocek Rp. 3 - 5 juta.
"Sisa dari ke klinik sama buat beli obat mama saya pakai buat kebutuhan makan dan sehari - hari. Kalau ada lebihan saya ngajak mama buat sekadar jalan - jalan," papar Dinda.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJambi dengan judul Janda Jakarta 40 Tahun Terbang ke Jambi Temui Brondong 17 Tahun, Tahan 4 Hari Tak Keluar Kamar Hotel